Jumpa lagi dengan kutipan tulisan ku. Kali ini saya akan ceritakan sedikit hal baru tentang diriku. ✋
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Cerita kali ini akan ku mulai dari asal asul trauma ku. Pada asalnya memang aku adalah anak yang penakut. Tapi kali ini ketakutan ku agaklah aneh. Ketakutan ini atau bisa disebut dengan trauma ini berawal sejak kejadian 6 tahun silam. Saat ayahku tercinta mengalami kecelakaan. Pada saat itu adalah saat bulan ramadhan. Aku dan ibuku berada di warung karna setiap menjelang berbuka puasa ibuku selalu jualan takjil di depan rumah. Sedangkan pada saat itu,ayahku berangkat ke sembayat untuk berbelanja kebutuhan jualan di warung. Ternyata beberapa saat kemudian aku dan ibuku yang sedang berada di warung mendapatkan kabar buruk ayahku mengalami kecelakaan di perempatan Bungah. Sejak saat itu aku mengalami trauma yang cukup aneh. Setiap kali aku berada di rumah seorang diri atau pun ada ibu dan kakakku setiap kali ada orang yang mengetuk pintu aku sama sekali tidak berani untuk membukakan pintu. Bahkan aku tidak segan-segan untuk tidur dan mengabaikan orang yang mengetuk pintu tersebut. Ketika ada orang yang mengetuk pintu jantungku selalu berdeguk kencang tidak karuan. Karna setiap kali ada orang yang mengetuk pintu aku selalu berfikiran negatif tentang hal buruk, karna aku trauma dengan kabar buruk yang dengar 6 tahun lalu. Hingga saat ini aku masih tidak berani membukakan pintu, bahkan jika siang haripun aku tidak berani. Ibuku sudah berulang kali berkata padaku "wedi opo?wong omah omah e dewe kok wedi". Sebenarnya aku berani membukakan pintu tapi itu jika aku mengenali suara orang yang mengetuk pintu tersebut.
Pernah suatu hari, ketika adzan maghrib berkumandang ada seseorang yang mengetuk pintu rumah. Aku saat itu sedang berada di kamarku sedangkan ibuku sedang melaksanakan sholat maghrib. Ketika aku mendengar suara ketukan pintu jantungku langsung berdeguk kencang, dan aku langsung tutupan bantal. Beginilah reaksiku ketika aku ketakutan. Ketukan pintunya semakin keras, aku semakin takut dan semakin Nethink. Tapi syukurlah orang yang mengetuk pintu tersebut mengatakan "BERAAAAAAAS". Huuaaah aku langsung bangkit dari tempat tidurku dan membukakan pintu. Ternyata Oh ternyata orang itu adakah orang yang mengantarkan beras pesanan ibuku. Setelah orang tersebut meninggalkan rumah, aku masuk ke kamar lagi. Ibuku selesai sholat langsung menghampiri aku dan berkata "Dungaren wani mbukakno lawang". Hahaha 😂
Selain takut membukakan pintu aku juga takut ketika berada di luar rumah kemudian ada orang yang menghampiri aku, ternyata pada ujungnya orang tersebut bertanya alamat rumah seseorang. Lagi dan lagi penyebabnya sama, aku takut jika ada kabar buruk. Entahlah sampai kapan hal ini terjadi pada diriku. Bahkan dulu juga pernah, aku selalu ketakutan ketika sampai malam hari kakakku tidak ada di rumah dan ia membawa motor. Tapi ketakutan ini berakhir sejak aku sudah bisa mengendarai motor.
Cukup sudah cerita singkatku, maaf kalau kurang menarik.
Sekian terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar