Muharrom adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah. Tanggal 1 Muharrom inilah yang menjadi tahun barunya umat islam. Jadi, tahun baru kita (umat islam) bukan 1 Januari Ya Guys... Tapi 1 Muharrom. Pada tahun ini tahun baru hijriyah jatuh pada tanggal 02 Oktober.
Untuk mengapresiasi hasil kreasi peserta didiknya, SMA ASSA'ADAH memberikan predikan juara 1,2,3 dan Harapan 1,2,3 yang tentunya berhadiah uang :D. Selain kreativitas dan kesesuaian tema yang dinilai, pada tahun ini juga setiap kelas diwajibkan membuat sinopsis tentang subtema yang diusungnya. Semua kelas memiliki subtema yang berbeda-beda, tetapi asalkan masih dalam ruang lingkup tema besar YPPQ. Seperti di kelas ku tercinta XI IA 1, yang mengambil tema "Meelintasi Ampera, Palembang Menyebrangi Kejahiliyaan, Berhijrah Menuju Kebenaran".0Tema ini lahir dari diskusi dan pemikiran bersama wali kelas pada hari kamis tanggal 22 september 2016 tentunya dengan tim creatif yang dipimpin oleh sang ahli, Nia. Kita menggunakan icon kelas JEMBATAN AMPERA yang ada di Palembang.
Jembatan Ampera @Palembang
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas tadi, kita menggunakan icon jembatan. Jadi sudah pasti kita membuat jembatan. Langkah awal dalam pembuatan jembatan ini adalah dengan melakukan perundingan bersama. Singkat cerita, dari hasil perundingan terciptalah konsep konsep pembuatan jembatan dan gambar oret-oretnya :D.
Menurut usul dari Nia, jembatan ini dibuat agar bisa berlenggak-lenggok seperti naga dalam barongshai, kemudian di usulkan oleh faris agar alas jembatan nya di buat seperti Kre tapi bukan dari bambu, melainkan dari kertas Duplek. Hasil dari diskusi selanjutnya adalah menggunakan sterofoam untuk tiangnya dan panjang jembatan adalah 3 meter.Oke fix perundingan awal selesai. Lanjut ke langkah kedua, yakni mempersiapkan bahan-bahan. Bahan-bahan yang kita butuhkan antara lain kertas duplek, sterofoam, kayu panjang, dan lem. Pembuatan jembatan dimulai dengan memotong kertas duplek menjadi bagian kecil memanjang untuk dijadikan Kre dan disambungkan menggunakan tali tampar kecil. Alas jembatan dibuat menjadi 3 bagian, yakni bagian pertama terdiri dari 60 kertas duplek panjang yang sudah dijadikan kre, bagian kedua 30 untuk dijadikan bagian tengah, dan bagian ketiga 60. Setelah kertas duplek sudah dijadikan kre selanjutnya adalah kre nya diplitur.
Pemotongan Kertas Duplek.
Pembuatan Kre
Proses Pemlituran.
Di sela pembuatan kre sang ahli sterofoam Farid dan dibantu teman-teman yang lain juga membuat tiang jembatan. Pada jembatan kali ini dibuat 2 tiang.
Proses Pembuatan tiang Jembatan.
Langkah selanjutnya adalah pembuatan kerangka jembatan dan pemotongan kayu-kayu yang dibutuhkan sebagai pelengkap jembatan.
Proses Pembuatan Kerangka Jembatan.
Next, pemersatuan semua kerangkan jembatan. Semua kerangkan disatukan, baik kre nya ataupun tiangnya juga pelengkap lainnya. Untuk mempercantik tampilan tiang jembatan dicat warna merah.
Pengecatan.
Dibalik layar juga dibuat banner subtema untuk pada hari peringatan kirab. Sang kreatif pembuatan banner adalah Nia yang sudah ahli di bidangnya.
Pembuatan Banner.
Setelah kerangka jembatan terpasang dan tiang jembatan sudah di cat, kita juga tak lupa memberi tulisan Ampera pada tiang jembatan agar setiap yang melihat dapat mengenali dan tau kalau jembatan yang kita buat adalah jembatan Ampera.
Di lain waktu kita juga membuat atribut kostum yakni untuk perempuan menggunakan mahkota dari Congkok yang kemudian bling-bling nya kita buat sendiri secara manual dari pengikat berwarna emas yang biasanya digunakan untuk mengikat bungkus berkat. Dalam pembuatan mahkota setiap anak membuat sendiri-sendiri. Pada saat membuat mahkota aku hampir saja putus asa karna saking rumitnya. Tapi syukurlah dengan usaha ku akhirnya mahkotaku jadi meskipun dengan wujud yang ala kadarnya dan sangat sederhana. Selain menggunakan mahkota juga menggunakan selendang dari kain seperti songket yang digunakan di dada. Untuk kainnya kita menggunakan kain yang dulu kita gunakan pada saat kirab tahun lalu saat kita kelas 10. Atribut inilah yang mencirikhaskan daerah Palembang.
Mahkota.
Sedangkan untuk para cowok menggunakan kopyah yang juga kita buat sendiri secara manual. Terbuat dari kain berwarna merah maroon yang diberi kertas agar tidak lunglay kemudian dijahit. Untuk pembuatan kopyah ini karna laki-laki tidak memungkinkan maka pembuatannya diserahkan pada wanita-wanita hebat :D uhuuuy..
Sejak satu minggu sebelum pelakasanaan kirab kita semua selalu mengerjakan semua kebutuhan kirab di sela-sela waktu pergantian jam ataupun saat jam kosong. Tidak cukup itu kita juga melanjutkannya setelah bimbel siang sampai jam 4 sore. Huaah melelahkan memang. Tapi tak apalah yaaaaah....
Pada hari jum'at atau H-1 kita melanjutkan pembuatan semua atribut di sekolah sejak jam 8 pagi sampai sore. Alhamdulillah saat H-1 jembatan yang kita buat sudah sekitar 15% lagi rampung. Pada hari itu kita hanya memasang kayu penyangga untung penggontong jembatan dan juga memasang tali sebagai pendukung jembatan.
Pemasangan kayu penggotong.
Finishing.
Alhamdulillah Jembatan Ampera ala XI IA 1 akhirnya rampung sudah. Selanjutnya adalah kita membuat alat peraga -langkah menuju hijrah(taubat)- Alat peraga ini kita buat dari kertas bufallo warna hitam, sedangkan untuk kayunya kita membut dari sisa kertas duplek karna kita sudah kekurangan kayu.
Oh yaaa selain atribut juga tak lupa masalah sinopsis. Sang pembuat sinopsis adalah Agung sang ahli bahasa tingkat tinggi. Ciyeeee
Dan inilah hasil akhir jeripayah kita. Jembatan Ampera versi XI IA 1.
Jembatan Ampera Versi XI IA 1 2k16.
Akhirnya tibalah kita pada hari yang ditunggu-tunggu semua santri YPPQ, 1 Oktober 2k16. Kirab Budaya dalam rangka peringatan tahun baru hijriyah 1438 H. Sungguh aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba, aku sudah membayangkan keramaian dan kekompakan setiap kelas dari seluruh unit di YPPQ. Pagi pun tiba, aku mulai bersiap-siap di rumah. Aku berangkat dari rumah pukul 6 pagi bersama bela dengan menggunakan baju warna merah yang aku pinjam dari temanku jauh-jauh hari sebelumnya, kerudung warna merah dan tentunya sarung ala-ala anak pondok :D hahah. Sebelum ke sekolah aku dan bela ke rumah Nia terlebih dahulu karna bella bertugas membawa benner maka ia harus berrias. Ternyata di rumah Nia sudah ada Nada,eva,dan nuril juga disana. Karna aku tidak mahir menggunakan sarung maka aku di bantu oleh Eva haha.. Nuril, Bella, dan Nada berrias menggunakan painting. Karna mereka bertiga masih dandan akhirnya aku dan eva pergi ke sekolah terlebih dahulu. Ternyata di kelas sudah banyak yang datang dan sudah mulai bersiap-siap menggunakan atributnya masing. Aku pun juga ikut bersiap-siap bersama mereka. Setelah semua siap kita semua berkumpul di lapangan tak lupa dengan membawa jempatan ampera kita Uhuuuuy. Acara pun dimulai, sang pembawa acara pada kesempatan hari itu adalah Bu Fitri dan Pak Imam Bashori. Sebelum pemberangkatan kita semua membaca doa akhir tahun dan awal tahun.
Pembukaan.
Pada hari itu cuaca sangat panas sekali, kita semua kegerahan. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat kita. Seperti sudah menjadi kewajiban, berfoto adalah hal yang tidak bisa kita tinggalkan saat ada moment seperti ini. Di sela-sela penantian kita memulai start aku berfoto bersama teman-teman juga guru-guru. Bersama Bu mela dan Bu mei. Alhasil, ponsel pun penuh foto merah-merah ahahhahai. Duuuh sangat terik sekali, apalagi kita juga menunggunya cukup lama karna kita berada di urutan yang cukup akhir. Urutan pertama adalah Mi,Mts,Smp,Smk,MA barulah kita anak Sma. Tapi ternyata anak dari Smkdah tidak memulai start dari Yayasan tapi langsung dari perumahan GBA. Semua santri sangat berantusias mengikuti acara ini, tentunya dengan kostum yang berbeda dan unik. Misalnya dari anak Mts 1 ada yang membawa Hiu dari bambo, dari kelas XII IS 1 menggunakan kostum spektakuler luar biasa dan tak lupa Bu titik Isti'awati yang berdandan cantik sekali pada hari itu. Sebelum berangkat kita berundingan sebentar tentang Password kelas kita, akhirnya kesepakatan pun kita peroleh. XI IA 1? Abang-Abang. Iyoo Bang. Haha :D Ada juga XI IPA SIJI? Hokya-Hokya Ewwew.
Keluarga Besar XI IA 1
Bersama Bu Mei
Sang pembawa benner
Licha's, aku, dan nuril
Bersama Bu Mela
Bu Titik Istiawati
Giliran keberangkatan kita pun tiba, kita siap melakukan perjalanan di bawah terik matahari 1 oktober. Bagian paling depan barisan ada pembawa benner yaitu Bella, Nada, Dan Nuril. Kemudian disusul jembatan Ampera yang digotong 8 anak laki-laki. Barulah kita perempuan-perempuan yang lain di belakang jembatan. Kita berbaris tiga tiga. Aku,Bella, dan Nia berada di belakang jembatan pas. Aku membawa properti pendukung bertuliskan MAKSIAT. Hahah :D. Kita berjalan dengan rute yang cukup jauh yaitu melewati Dsn. Karang Poh turun kebawah melewati Dukuh, belok kanan ke area persawahan karna di Kaliwot ada acara sehingga jalan tidak bisa dilewati. Setelah area persawahan kita belok kiri melewati depan rumah pak bagus sambudi kemudian belok ke timur berjalan terus ke bungan timur sampai masjid Muhajirin belok ke utara dan finish di SMADAH.
Di Perjalanan.
Selama perjalanan kita selalu ramai dengan yel-yel, password bahkan terkadang kita membaca Sholawat. Meski mengeluarkan tenaga yang cukup banyak kita tetap senang. Kekompakan kita teruji disaat-saat seperti ini. Tentunya kita tidak mau kalah dong dengan kelas lain. Akhirnya kita pun finish, karna kita urutan akhir jadi ketika kita finish sudah banyak siswa dari unit lain yang sudah beristirahat. Kita pun langsung masuk kelas untuk beristirahat. Di sela-sela istirahat ada penampilan dari setiap unit di YPPQ dan juga peragaan kostum carnaval. Lapar pun melanda kita, bryan sebagai ketua kelas langsung mengambil nasi goreng yang sudah kita pesan beberapa hari yang lalu. Nasi goreng pun tiba, kita makan bersama-sama di kelas.
Makan bersama.
Penampilan dari kelas XI IB
Penampilan dari XI IA 5
Penampilan pun selesai, artinya acara kirab budaya juga berakhir. Sang pembawa acara menutup acara dengan membaca do'a akhir majlis. Teman-teman yang lain sudah banyak yang pulang, tapi aku, bella, bella s, nia, nada, nuril, eva dan likha tetap berada di kelas sampai jam setengah 2. Kita hanya bersantai dan bergurau di dalam kelas. Saat jam menunjukkan pukul setengah 2 kita pun pulang. Tapi sebelum pulang kita berberes kelas terlebih dahulu, karna kelas super duper berantakan ibaratkan kapal pecah. Huuh capeknya...
Sekian cerita tentang Qomaruddin Carnival 1 Muharrom 1438 H. Sekian terimakasih. Wassalamu'alikum Wr.Wb.
-Abang abang menang bang-
Yaaah hari yang kita tunggu-tunggu setelah bercapek capek ria akhirnya hadir ditengah-tengah kita. Hari itu adalah hari Rabu 5 Oktober 2016. Pada hari yang sama itu juga diadakan upacara pengibaran bendera merah putih, penyampaian visi-misi calon ketua osis periode 2k16/2k17 dan akhirnya ditutup dengan pengumuman juara class meeting dan kirab budaya sabtu lalu. Mengawali hari dengan berpanas-panasan di tengah matahari yang terik disuguhi dengan langka pasti sang pemimpin upacara semua siswa siswi Sma Assa'adah berdiri tegak melawan panas dengan penuh khidmat. Upacara berakhir,saatnya para jawara sekolah tampil diatas pentas menunjukkan visi-dan misi mereka. Oke berlanjut ke pengumuman hasil juara yang sudah cukup membuat berratus jantung berdegup kencang.
Suara sorak-sorak kegirangan sangat nyaring terdengar. Pada perlombaan class meeting kelas ku memperolah 4 piala, yaitu dari cabang lomba paduan suara, qiro'ah, pidato bahasa inggris, dan puisi. Selesai sudah kejuaraan class meeting beralih pada pengumuman pemenang juara kirab budaya mulai dari harapan 3,2,1 dan juara 3,2,1. Hati berharap-harap cemas menantikan bagaiman hasil keringat kita satu minggu memperjuangkan satu hari. Karna kita tidak mau terlalu kecewa dengan hasilnya, akhirnya aku dan beberapa temanku memutuskan kembali ke kelas saat pengumuman sampai pada juara 2, namun apalah sangka kita, saat sampai di tengah kelas kelas kita disebut dan kita memperoleh juara dua. Tanpa memikirkan apapun kita langsung bersorak-sorak ria. Kita langsung naik ke panggung dan berfoto bersama.





























Tidak ada komentar:
Posting Komentar